Baubau, Sulawesi Tenggara — Tepian selatan Kota Baubau menjadi saksi aktivitas maritim masyarakat kepulauan melalui Pelabuhan Jembatan Batu. Pelabuhan ini bukan sekadar tempat bersandar kapal, tetapi juga jalur penghubung utama menuju pulau-pulau di gugus Wakatobi, khususnya Pulau Binongko.
https://liputan-binongko-three.vercel.app/berita/-OcRIDLR4Q7BPwnxaTmI
Bagi masyarakat Binongko, pelabuhan Jembatan Batu memiliki makna tersendiri. Di sinilah kapal-kapal rakyat, perahu kayu, hingga kapal barang kecil rutin menambatkan jangkar untuk memulai perjalanan panjang menuju pulau penghasil pandai besi itu. Setiap kali kapal bersandar, suasana dermaga mendadak ramai — mulai dari pedagang yang menawarkan kebutuhan pokok, hingga warga yang menunggu keluarga pulang dari rantau.
Nafas Ekonomi dan Silaturahmi
Aktivitas di pelabuhan ini tak hanya sebatas bongkar muat. Ia juga menjadi nadi perekonomian antarwilayah. Barang-barang dari Baubau seperti bahan bangunan, sembako, dan kebutuhan harian dibawa ke Binongko, sementara hasil laut dan kerajinan masyarakat pulau dikirim balik ke daratan utama.
> “Kalau tidak lewat Jembatan Batu, susah kami antar barang ke Binongko. Sudah biasa di sini, dari dulu sampai sekarang,” ujar La Juma, salah satu nahkoda kapal rakyat yang ditemui di area pelabuhan.
https://liputan-binongko-three.vercel.app/berita/-Obw5i8fOd_NMRDbqlhn
Keberadaan pelabuhan ini juga memperkuat hubungan sosial antarwilayah. Banyak warga Binongko yang bekerja, bersekolah, atau berdagang di Baubau, sehingga pelabuhan menjadi titik temu keluarga setiap kali kapal datang atau berangkat.
Tantangan Cuaca dan Harapan Perbaikan Fasilitas
Meski vital, aktivitas di Jembatan Batu kerap terkendala cuaca. Angin kencang dan gelombang tinggi kadang memaksa kapal menunda keberangkatan atau berlabuh di pelabuhan lain seperti Murhum. Para nelayan dan penumpang berharap ada peningkatan fasilitas pelabuhan, termasuk ruang tunggu yang lebih nyaman dan sistem jadwal pelayaran yang teratur.
> “Kalau musim barat, kadang kapal tidak bisa berangkat beberapa hari. Kami harap pemerintah bisa bantu perbaiki dermaga supaya lebih aman,” ungkap seorang penumpang tujuan Binongko.
Pintu Laut yang Tak Pernah Sepi
Meski menghadapi berbagai tantangan, denyut kehidupan di Pelabuhan Jembatan Batu tak pernah berhenti. Setiap pagi, deru mesin kapal dan teriakan buruh pelabuhan berpadu dengan semangat warga yang menatap laut — berharap cuaca bersahabat agar perjalanan menuju pulau-pulau selatan bisa berjalan lancar.
Jembatan Batu bukan hanya tempat kapal berlabuh, tapi juga simbol keterhubungan antar pulau, antar budaya, dan antar harapan yang terus hidup di tengah birunya laut Buton.
#Binongko-Keren #Binongko-Hebat #Binongko-Indah #Binongko-Jaya #Wakatobi #Binongko_Indah_Jaya
