LoginDaftar

Liputan Binongko

📰 Kapitan Pattimura Diduga Berasal dari Binongko: Parang Pandai Besi Jadi Jejak Sejarah dari Tanah Waloindi

Tanggal: 2025-10-25T12:12:20.660Z | 463x dilihat
📰 Kapitan Pattimura Diduga Berasal dari Binongko: Parang Pandai Besi Jadi Jejak Sejarah dari Tanah Waloindi

Liputan Binongko — Waloindi. Dari balik sejarah panjang perjuangan bangsa Indonesia, nama Kapitan Pattimura atau Thomas Matulessy dikenal luas sebagai pahlawan nasional dari Maluku. Namun di Pulau Binongko, Wakatobi, beredar cerita turun-temurun yang menyebut bahwa sosok Kapitan Pattimura sejatinya adalah Kapitan Waloindi, pejuang tangguh asal selatan Binongko. Cerita ini terus hidup di tengah masyarakat sebagai bagian dari identitas sejarah dan kebanggaan daerah.

Menurut kisah para tetua, Kapitan Waloindi adalah pemimpin pemberani yang melindungi rakyatnya dari ancaman bajak laut dan penindasan. Ia dikenal tegas, bijaksana, serta mampu mempersatukan warga untuk mempertahankan desa dan laut mereka. Nama “Kapitan” menjadi gelar kehormatan yang melekat pada dirinya, tanda kepemimpinan dan keberanian luar biasa.

Yang menarik, masyarakat Binongko menemukan kesamaan mencolok antara Kapitan Waloindi dan sosok Kapitan Pattimura. Selain semangat perjuangan dan kepemimpinan yang sama, senjata yang digunakan Pattimura dalam lukisan dan patung-patung perjuangan sangat mirip dengan parang tradisional khas Binongko, buatan tangan para pandai besi lokal yang sudah terkenal sejak zaman dahulu.

Parang Binongko memiliki bentuk bilah tebal dan kuat, dengan lengkungan khas serta pegangan kayu keras yang dibuat presisi. Senjata ini bukan hanya alat pertanian, tetapi juga lambang keberanian dan simbol kehormatan bagi masyarakat Binongko. “Kalau dilihat dari bentuknya, parang yang dibawa Kapitan Pattimura itu persis seperti parang Binongko. Dulu orang-orang bilang, beliau memang membawa parang buatan Binongko dalam perjuangannya,” ungkap salah satu tokoh masyarakat Waloindi.

Dari penuturan tersebut, banyak warga percaya bahwa Kapitan Pattimura sebenarnya berasal dari Binongko dan kemudian melanjutkan perjuangan ke Maluku. Meski belum ada catatan sejarah tertulis yang menguatkan hubungan itu, kesamaan simbol budaya seperti bentuk parang menjadi bukti yang menarik untuk ditelusuri lebih dalam.

Kini, nama Waloindi diabadikan sebagai nama desa di selatan Binongko, sebagai bentuk penghormatan terhadap pahlawan lokal yang dipercaya membawa semangat perjuangan rakyat Binongko ke medan yang lebih luas. Masyarakat berharap kisah ini dapat diteliti lebih lanjut agar jejak sejarah Kapitan Waloindi — yang diyakini sebagai Kapitan Pattimura — bisa dikenali secara nasional.

“Apapun hasil penelitiannya nanti, kami bangga karena semangat perjuangan Kapitan Waloindi hidup dalam diri orang Binongko sampai sekarang,” tambah seorang warga dengan penuh haru.

Dari gelombang laut selatan hingga kepulauan Maluku, semangat maritim dan keberanian orang Binongko tetap abadi. Bila benar Kapitan Pattimura berasal dari Waloindi, maka sejarah Indonesia memiliki satu bukti baru bahwa perjuangan bangsa ini juga lahir dari pulau kecil yang keras, tangguh, dan berjiwa baja — Pulau Binongko.

---

#Binongko #Waloindi #Pattimura #SejarahBinongko #PandaiBesiBinongko #PahlawanTimur #LiputanBinongko #WarisanNusantara #BinongkoHebat #Wakatobi

Berita Populer

Berita Lainnya